Anggap Masalah Sebagai Anugerah
September 4, 2009
“Siapa yang setuju dengan saya bahwa kita paling banyak belajar dari pengalaman kita yang paling sulit?” Tak pelak lagi, hampir setiap tangan di ruangan itu teracung. Hal ini membuat saya sering ingin tahu mengapa kita, sebagai manusia, menghabiskan begitu banyak waktu kita untuk berfokus pada aspek negatif dari pengalaman kita yang paling sulit daripada melihat pengalaman tersebut sebagaimana adanya, sebagai guru terbesar kita. Anda tidak akan memperoleh kebijaksanaan dan pengetahuan yang Anda miliki sekarang jika bukan karena pengalaman di masa lalu, kesalahan yang Anda buat, dan penderitaan yang Anda pikul. Maka, sadari bahwa rasa sakit adalah guru dan kegagalan adalah jalan menuju sukses. Anda tidak dapat belajar memainkan gitar tanpa pernah melakukan kesalahan nada dan Anda tidak akan pernah belajar berlayar jika Anda tidak mau perahu Anda terbalik beberapa kali. Mulailah melihat masalah Anda sebagai anugerah, pastikan untuk mengubah batu sandungan menjadi batu pijakan, dan berjanjilah untuk mengubah luka-luka Anda menjadi kebijaksanaan. Seperti kebanyakan orang, saya telah mengalami rasa sakit saat menempuh jalan hidup saya. Namun saya selalu mencoba mengingatkan diri sendiri bahwa karakter kita dibentuk bukan melalui pengalaman hidup yang paling mudah, namun melalui pengalaman hidup yang paling keras. Saat melewati waktu-waktu yang paling beratlah kita menemukan siapa diri kita yang sebenarnya dan sekaligus kepenuhan kekuatan yang berada di dalam diri kita. Jika Anda sedang menghadapi tantangan, saya menawarkan kutipan berikut ini, tulisan Rainer Maria Rilke, yang telah sangat membantu saya ketika sedang menghadapi berbagai masalah: …bersabarlah dengan segala sesuatu yang tetap tidak terpecahkan di dalam hatimu. Cobalah untuk menyukai berbagai pertanyaan, seperti ruangan yang terkunci dan buku-buku yang ditulis dalam bahasa asing. Jangan mencari jawabannya sekarang. Jawaban ini tidak dapat ditemukan sekarang karena Anda tidak dapat hidup dengan jawaban itu. Ini adalah pertanyaan tentang mengalami segala sesuatu. Untuk sementara, Anda perlu hidup dengan pertanyaan. Mungkin secara bertahap, bahkan tanpa sadar, Anda akan menemukan jawabannya, suatu hari nanti.
Bicaralah Kepada Diri Sendiri
September 7, 2007
Bertahun-tahun yang lalu, ketika saya menjadi pengacara yang meraih banyak kesuksesan materi, namun sedikit kedamaian batin, saya membaca buku As a Man Thinketh karya James Allen. Buku tersebut mendiskusikan kekuatan pikiran manusia yang luar biasa dalam membentuk realitas kita dan menarik kebahagiaan serta kemakmuran ke dalam hidup kita. Buku itu juga menyebutkan pengaruh luar biasa kata-kata dan bahasa Read the rest of this entry »
Bertanyalah Dengan Baik
September 2, 2007
Orang bertanya mungkin bodoh selama lima menit. Orang yang tidak bertanya bodoh sepanjang hidup,” kata pepatah kebijaksanaan Cina. Pepatah ini membuat saya memikirkan iklan di surat kabar yang baru-baru ini saya baca, “Untuk wanita cantik dengan mantel kulit berwarna coklat di toko obat (ada nama jalannya) di hari Sabtu, 29 November pukul 16.00. Anda menubruk saya di di depan penjual majalah. Saya ingin bertemu Read the rest of this entry »
Tertawalah Lebih Banyak
August 30, 2007
Menurut sebuah penelitian, anak berusia empat tahun tertawa 300 kali sehari, sementara orang dewasa tertawa 15 kali sehari. Dengan semua kewajiban, stres, dan kegiatan yang mengisi hari-hari kita, kita lupa bagaimana tertawa. Tertawa setiap hari dilakukan untuk memperbaiki suasana hati, memunculkan kreativitas, Read the rest of this entry »
Belajarlah Menjadi Hening
August 24, 2007
William Wordsworth mengamati dengan bijaksana, “Ketika kita terlalu lama dipisahkan dari bagian diri kita yang lebih baik oleh dunia yang tergesa-gesa ini, bosan dengan bermacam urusan, lelah dengan kesenangan, betapa terasa ramahnya kesunyian.” Kapan terakhir kali Anda menyediakan waktu untuk hening dan tenang? Kapan terakhir kali Anda berusaha menyisihkan sepenggal waktu untuk menikmati kekuatan kesunyian guna memulihkan, memfokuskan, dan kembali mengaktifkan pikiran, Read the rest of this entry »
Bawalah Kartu Tujuan
August 19, 2007
Berkali-kali saya telah melihat pria dan wanita yang berprestasi tinggi membawa sebuah kartu tujuan kecil di dalam dompet mereka, sehingga mereka dapat meninjaunya kembali pada saat hening di hari itu. Kartu ini mencatat tujuan hidup mereka yang utama sekaligus tenggat waktu yang jelas untuk mencapainya. Disiplin untuk berhubungan Read the rest of this entry »
Tentukan Tujuan Dengan Serius
August 17, 2007
Banyak pembicara dan penulis menantang Anda untuk menentukan tujuan. Namun, sebagian besar tidak pernah menjelaskan mengapa hal ini menjadi disiplin yang berguna, hanya mengatakan sesuatu seperti, “Sesuatu yang ajaib terjadi ketika Anda menuliskan tujuan Anda di atas kertas.” Menurut pendapat saya, menetapkan tujuan dengan jelas Read the rest of this entry »
