Tulislah Surat Wasiat

August 11, 2007

Love Letter Art Print by April S. WhiteSeseorang pernah mengatakan kepada saya bahwa 50 tahun pertama dalam hidup didedikasikan untuk membangun legitimasi seseorang sementara 50 tahun berikutnya dicurahkan untuk membuat warisan. Benar sekali. Begitu banyak dari kita yang menghabiskan separuh pertama hidup kita dengan berusaha keras untuk mencapai dan berjuang memperoleh penghormatan. Begitu kita memperoleh legitimasi ini, entah berbentuk prestise atau materi, kita segera menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang. Kita kemudian menghabiskan sisa hidup kita dengan mencoba melakukan hal yang sebaiknya kita lakukan sejak awal: menciptakan warisan.
        Suatu hari, ayah saya menempelkan sebuah puisi di pintu lemari es kami. Puisi itu terjemahan dari bahasa Sansekerta dan berbunyi seperti ini, “Musim semi telah berlalu, musim panas telah pergi, dan sekarang musim dingin. Dan lagu yang ingin saya nyanyikan tetap tidak dinyanyikan. Saya telah menghabiskan hari-hari saya untuk memasang dan melepas senar alat musik saya.” Kata-kata ini ditulis oleh seorang pria yang hatinya dipenuhi dengan penyesalan lebih dari separuh hidupnya. Bukannya menyanyikan lagu bagus yang ditakdirkan untuk dinyanyikan, ia menghabiskan hari-harinya dengan mempersiapkan dan menunggu hingga banyak hal berjalan sendiri sebelum bertindak—”memasang dan melepas senar alat musiknya”, seperti yang ia tuliskan. Sayangnya, waktu itu tidak pernah datang.
        Waktu untuk mulai membuat warisan Anda adalah hari ini, bukan 10 tahun dari sekarang ketika Anda “memiliki banyak waktu”, karena kita mengetahui bahwa waktu itu tidak akan pernah datang. Bercerminlah pada hal-hal yang ingin Anda ciptakan di dalam hidup Anda dan, lebih penting lagi, pada hadiah yang ingin Anda tinggalkan di dunia ini ketika Anda tidak lama lagi berada di sini. Kebesaran muncul dengan memulai sesuatu yang tidak berakhir pada diri Anda. Untuk membantu melihat warisan hidup saya sendiri dengan lebih jelas, saya telah menulis surat warisan pribadi. Sementara banyak eksekutif perusahaan yang bekerja sama dengan saya memiliki pernyataan misi pribadi, beberapa di antaranya mempertimbangkan untuk membuat surat warisan pribadi. Sementara pernyataan misi mendefinisikan visi tentang yang ingin Anda ciptakan selagi Anda hidup, surat warisan mengekspresikan hal-hal yang ingin Anda tinggalkan ketika Anda meninggal. Ada perbedaan di antara keduanya. Jika Anda memikirkannya, hal itu akan membantu Anda menghindari penyesalan, kesedihan, dan kekecewaan terhadap hal-hal yang akan telah terjadi ketika Anda tiba pada akhir hidup Anda.

3 Responses to “Tulislah Surat Wasiat”

  1. ndrit Says:

    …kalo saya sempet terpikir..untuk membuat tulisan..yang berisi obrolan dari hati ke hati untuk anak saya..agar kelak bisa dibaca olehnya.. semacam rangkuman perjalanan hidup.. supaya dia bisa lebih menghargai hidupnya dan tdk membuang waktu sia2 spt yg saya lakukan..

  2. sentree Says:

    Emang kamu buang waktu yang sia2 bagaimana maksudnya ? tolong jabarkan :D

  3. Santoso Says:

    Kalau ada contoh surat wasiat, mungkin banyak orang yang ingin buat tetapi tidak tahu seperti apa, kalau lewat notaris mahal.
    Terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s