Tetaplah Tenang

August 16, 2007

Sometimes God Calms Art Print by Karen Tribett“Siapa saja dapat marah—itu mudah. Namun untuk marah kepada orang yang tepat, dengan tingkat kemarahan yang tepat,pada saat yang tepat, untuk tujuan yang tepat, dan dengan cara yang tepat—itu tidak mudah,” kata Aristotle. Dengan stres dan tekanan di dalam hidup kita, mudah untuk kehilangan ketenangan kita karena gangguan kecil. Ketika kita terburu-buru pulang kerja di penghujung hari yang melelahkan, kita berteriak kepada pengemudi yang lambat di depan kita, yang tampaknya memiliki seluruh waktu di dunia ini. Ketika kita belanja di toko makanan, kita jengkel dengan pramuniaga yang menunjukkan tempat yang salah ketika kita mencari bahan untuk membuat lasagna nanti malam. Dan, ketika kita makan malam, kita berteriak kepada penjual barang di telpon yang berani menginterupsi kita dalam usahanya menjual barang-barang terbarunya.
        Masalah kehilangan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari menjadi sebuah kebiasaan. Dan, seperti kebiasaan pada umumnya, sesuatu akan menjadi kebiasaan jika menjadi sifat dasar kedua. Relasi personal mulai terlepas, kemitraan bisnis mulai berantakan, dan kredibilitas Anda menurun karena Anda dikenal sebagai sebuah “meriam yang lepas kendali”. Orang yang efektif selalu konsisten dan dalam banyak hal dapat diprediksi. Saat-saat sulit menimpa orang yang tenang dan mereka selalu tenang dan sabar ketika mengalami tekanan. Tetap tenang pada saat krisis dapat menyelamatkan tahun-tahun Anda dari kesakitan dan kesedihan. Kata-kata menyakitkan yang terlontar dalam semenit kemarahan telah menyebabkan rusaknya banyak persahabatan. Kata-kata itu seperti panah: begitu dilepas, tidak mungkin kembali. Jadi, pilihlah kata-kata dengan cermat.
        Cara terbaik untuk mengendalikan kesabaran Anda adalah menghitung hingga seratus sebelum Anda merespons seseorang yang mengganggu Anda. Strategi lain yang dapat digunakan adalah yang saya sebut sebagai “Tes Tiga Gerbang”. Para orang bijak jaman dulu hanya akan berbicara jika kata-kata yang mereka ucapkan melewati tiga gerbang. Di gerbang pertama, mereka bertanya kepada diri sendiri, apakah kata-kata ini jujur? Jika jujur, kata-kata tersebut dapat lewat menuju gerbang kedua. Di gerbang kedua, para orang bijak itu bertanya, apakah kata-kata ini perlu? Jika perlu, boleh lewat menuju gerbang ketiga, di mana mereka akan bertanya, apakah kata-kata ini baik? Jika baik, kata-kata itu boleh meluncur dari bibir mereka dan keluar ke dunia. “Perlakukan orang lain sebagaimana seharusnya dan bantu mereka menjadi yang mampu mereka capai,” kata penyair Jerman, Johanes Wolfgang von Goethe. Ini adalah kata-kata bijaksana untuk dijalankan di dalam kehidupan.

One Response to “Tetaplah Tenang”

  1. Ariev Says:

    bravo…it’s realy inspiring me.thank u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s