Belajarlah Menjadi Hening
August 24, 2007
William Wordsworth mengamati dengan bijaksana, “Ketika kita terlalu lama dipisahkan dari bagian diri kita yang lebih baik oleh dunia yang tergesa-gesa ini, bosan dengan bermacam urusan, lelah dengan kesenangan, betapa terasa ramahnya kesunyian.” Kapan terakhir kali Anda menyediakan waktu untuk hening dan tenang? Kapan terakhir kali Anda berusaha menyisihkan sepenggal waktu untuk menikmati kekuatan kesunyian guna memulihkan, memfokuskan, dan kembali mengaktifkan pikiran, tubuh, dan jiwa Anda?
Semua tradisi kebijaksanaan besar di dunia ini telah sampai pada kesimpulan yang sama: untuk berhubungan kembali dengan siapa diri Anda sebenarnya sebagai manusia dan untuk mengetahui kemuliaan yang berada di dalam diri Anda, Anda harus menemukan waktu untuk hening dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja Anda sibuk. Namun seperti yang dikatakan Thoreau: “Tidak cukup hanya sibuk, karena semut juga sibuk. Pertanyaannya adalah apa yang membuat Anda begitu sibuk?”
Pentingnya keheningan membuat saya berpikir tentang cerita seorang penjaga mercusuar yang sudah tua. Pria itu hanya memiliki minyak yang terbatas untuk menjaga menara apinya tetap menyala agar kapal-kapal yang melintas dapat terhindar dari pantai yang berkarang. Suatu malam, seorang pria yang tinggal dekat situ meminjam minyaknya yang berharga ini untuk menerangi rumahnya, jadi penjaga mercusuar memberinya sejumlah minyak miliknya. Malam yang lain, seorang pengelana memohon diberi minyak untuk menyalakan lampunya agar ia tetap dapat berkelana. Penjaga mercusuar juga memenuhi permintaan ini memberinya sejumlah minyak yang ia butuhkan. Malam berikutnya, penjaga mercusuar itu dibangunkan oleh seorang ibu yang menggedor pintunya. Ibu itu memohon sejumlah minyak agar dapat menerangi rumahnya dan menyiapkan makanan untuk keluarganya. Sekali lagi ia memberikan minyaknya. Segera saja semua minyaknya habis dan menara apinya padam. Banyak kapal yang kandas dan banyak orang yang meninggal karena penjaga mercusuar lupa untuk berfokus pada prioritasnya. Ia mengabaikan kewajiban utamanya dan membayarnya dengan harga yang tinggi. Mengalami keheningan, bahkan selama beberapa menit sehari, akan menjaga Anda tetap terfokus pada prioritas hidup yang utama, dan menbantu Anda untuk menghindari pengabaian yang merasuki kehidupan sebagian besar orang.
Mengatakan bahwa Anda tidak memiliki cukup waktu untuk hening dalam kehidupan sehari-hari seperti mengatakan bahwa Anda terlalu sibuk untuk berhenti dan mengisi bahan bakar ketika mengemudi—pada akhirnya hal ini akan Anda alami.
